
Penting Memahami Jenis Metode Pembayaran dalam Proses Ekspor!
Dalam kegiatan ekspor, Anda pasti tidak asing dengan yang namanya proses pembayaran transaksi. Nah, agar proses pembayaran bisa terselesaikan, Anda membutuhkan yang namanya metode pembayaran. Sebenarnya ada apa aja sih jenis metode pembayaran dalam kegiatan ekspor ini? Berikut info selengkapnya!
Jenis-Jenis Pembayaran dalam Proses Ekspor
Perlu Anda ketahui bahwa terdapat 6 metode pembayaran yang bisa Anda gunakan saat mengirimkan barang ke luar negeri. Setiap metode pembayaran ini memiliki tata cara yang berbeda. Untuk itu, penting bagi Anda memahami bagaimana tahapan setiap metode pembayaran tersebut yang terdapat pada pembahasan berikut ini:
1. Letter of Credit (L/C)
Metode pembayaran ekspor yang pertama adalah Letter of Credit atau L/C. Letter of Credit ini merupakan metode pembayaran yang memungkinkan kamu sebagai eksportir bisa menerima pembayaran lebih awal meskipun barang belum sampai di tempat tujuan.
Biasanya, importir akan menitipkan uang dengan jumlah yang sesuai dengan total transaksi kepada bank importir. Kemudian bank importir akan mengirimkan Letter of Credit kepada bank eksportir. Selanjutnya, pihak bank eksportir akan memberikan pemberitahuan kepada eksportir bahwa Letter of Credit sudah diterima.
Setelah mendapat pemberitahuan, Anda sebagai eksportir bisa langsung menyiapkan barang ekspor dan menentukan jadwal pengirimannya. Dalam hal ini, eksportir harus memperhatikan kebutuhan dokumen apa saja yang tertulis di L/C dan harus menyertakan dokumen tersebut pada pengiriman barang.
Apabila pengiriman sudah dilakukan dan kapal sudah berangkat, Anda akan mendapatkan Bill of Lading atau B/L dari pihak perusahaan pelayaran.
Nah, dalam tata cara metode pembayaran ekspor yang satu ini, B/L dan semua dokumen lain ini harus Anda serahkan kepada bank eksportir. Kemudian dari bank eksportir akan meneruskan ke bank importir.
Ketika dokumen ini sudah berada di bank importir, maka uang akan segera dikirimkan dari bank importir ke bank eksportir dan tentunya bisa langsung Anda terima tanpa harus menunggu barang sampai di tempat tujuan.
Baca Juga: Kenali Barang yang Terkena Bea Ekspor Serta Tarif & Prosedurnya
2. Advance Payment
Apabila dalam metode pembayaran ekspor sebelumnya memerlukan tata cara yang sedikit rumit karena harus mempersiapkan banyak dokumen, nah metode yang satu ini terbilang lebih sederhana. Advance payment merupakan metode pembayaran yang cara kerjanya mirip dengan pembayaran di muka.
Dalam advance payment ini, Anda sebagai eksportir bisa langsung menerima uang pembayaran dari importir tanpa harus melakukan pengiriman terlebih dahulu. Tentunya pembayaran tersebut terjadi karena kedua belah pihak telah setuju menggunakan metode pembayaran yang satu ini.
Rasa kepercayaan yang tinggi menjadi kunci dari metode pembayaran advance payment. Inilah yang membuat sangat jarang adanya importir baru yang langsung menawarkan diri untuk menggunakan advance payment.
Biasanya advance payment ini cocok untuk pelanggan lama yang telah berulang kali bekerja sama dan sudah menaruh rasa kepercayaan yang tinggi terhadap bisnis milik Anda.
3. Open Account
Metode pembayaran ekspor yang selanjutnya adalah open account. Open account merupakan metode pembayaran yang mengutamakan kenyamanan dan kepercayaan dari importir. Hal ini karena pembayaran akan dilakukan ketika barang sudah benar-benar tiba di tempat tujuan tanpa ada masalah sama sekali.
Dalam metode pembayaran yang satu ini, Anda harus menentukan kesepakatan di antara kedua belah pihak. Kesepakatan yang harus Anda tentukan ini berfokus pada kesepakatan batas waktu pembayaran. Hal ini bertujuan agar Anda sebagai eksportir juga tidak merasa dirugikan dalam metode pembayaran open account ini.
4. Consignment
Selanjutnya ada juga metode pembayaran ekspor consignment. Secara sederhana, consignment sendiri menggunakan sistem yang identik dengan barang titipan. Bagaimana maksudnya?
Maksudnya adalah pembayaran akan dilakukan untuk barang yang terjual saja. Jadi, Anda sebagai eksportir akan mengirimkan sejumlah barang kepada importir, kemudian importir akan membantu untuk menjualkan barang tersebut di negara mereka.
Nah, hasil dari barang yang terjual inilah yang akan menjadi total pembayaran yang akan Anda terima. Kemudian apabila barang yang dikirimkan tidak habis terjual, pihak importir harus mengirimkan kembali barang tersebut kepada eksportir. Jadi, Anda sebagai eksportir tidak akan rugi meskipun barangnya tidak habis terjual.
Kekurangan dari metode pembayaran yang satu ini adalah ketidakpastian kapan uang akan Anda terima. Hal ini karena Anda tidak mengetahui kapan barang tersebut akan laku di pasar importir. Untuk itu, perlu kepercayaan yang tinggi ketika menggunakan metode pembayaran yang satu ini.
Baca Juga: Mengenal Freight Forwarder: Pengertian, Fungsi, dan Jasa yang Tersedia
5. Documents Against Payment (D/P)
Documents Against Payment atau D/P menjadi pilihan metode pembayaran ekspor yang selanjutnya. Dalam metode pembayaran yang satu ini, cara kerjanya mirip dengan metode pembayaran Letter of Credit atau L/C. Anda sebagai eksportir harus mengirimkan barang dan juga dokumen pengiriman ke bank eksportir.
Perbedaannya terdapat pada pihak importir. Pihak importir bisa mendapatkan dokumen pengiriman setelah melakukan pelunasan dengan membayarkan tagihan kepada bank importir.
Nah, karena pembayaran tidak dilakukan dari awal, risiko dari metode pembayaran yang satu ini sangatlah besar bagi pihak eksportir. Hal ini karena importir bisa saja membatalkan transaksi dengan tidak melunasi tagihan saat barang sudah Anda kirimkan.
6. Documents Against Acceptance (D/A)
Selain D/P, ada juga metode pembayaran ekspor lain yaitu Documents Against Acceptance atau D/A. Metode pembayaran yang satu ini memiliki tata cara yang sama persis dengan Documents Against Payment. Perbedaannya terdapat pada kekurangan dari metode pembayaran sebelumnya, Documents Against Payment.
Risiko dari Documents Against Payment adalah pembatalan transaksi yang terjadi ketika sudah dalam proses pengiriman. Hal ini terjadi karena tidak adanya kesepakatan antara kedua belah pihak.
Untuk itu, dalam metode pembayaran Documents Against Acceptance, pihak eksportir dan importir harus melakukan kesepakatan terlebih dahulu. Kesepakatan tersebut berisi tentang waktu pembayaran. Waktu pembayaran bisa dilakukan dalam jangka waktu 30 hari setelah pengiriman, 60 hari, atau bahkan 90 hari.
Pastikan kesepakatan ini tidak memberatkan kedua belah pihak. Dengan begitu, pihak eksportir maupun importir akan merasa puas dengan transaksi yang terjadi.
Baca Juga: Apa Itu Custom Clearance? Manfaat, Tahapan, dan Tantangannya!
Sudah Menentukan Metode Pembayaran Ekspor Pilihan Anda?
Apabila Anda ingin proses ekspor menjadi lebih mudah, Anda bisa menggunakan layanan jasa ekspor Star Express Indonesia. Dengan menggunakan layanan semacam ini, proses ekspor bisa dilakukan dengan lebih mudah karena Anda hanya perlu berhubungan langsung dengan pihak layanan penyedia jasa ekspor saja.






