komoditas impor indonesia

12 Komoditas Impor Indonesia dan Potensi Bisnisnya!

Pernahkah Anda mendengar kegiatan ekspor impor? Jika iya, kemungkinan besar Anda sudah memahami pengertian dan perbedaan diantara keduanya.

Dalam kegiatan ini, ada istilah komoditas impor Indonesia yang berkaitan erat dengan masyarakat secara luas. Lantas, apa pengertian dari komoditas?

Pengertian Komoditas

Komoditas merupakan suatu benda yang bisa Anda lihat secara fisik dan memenuhi syarat jual beli atau perdagangan. Selain itu, barang-barang komoditas juga harus dapat disimpan dalam jangka waktu tertentu.

Singkatnya, komoditas adalah barang-barang yang bernilai dan dapat Anda tukar dengan keuntungan atau barang lain yang memiliki nilai yang sama.

Jika Anda bertanya apakah komoditas impor Indonesia jumlahnya besar? Tentu saja. Karena meskipun negara ini mempunyai kekayaan alam yang melimpah, namun untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya, pemerintah masih harus melakukan impor.

Baca Juga: Kenali Pemberitahuan Impor Barang (PIB) dalam Kegiatan Impor

Sistem Perdagangan Komoditas

Dalam sistem perdagangan impor terdapat beberapa resiko yang harus Anda terima. Pasalnya fluktuasi harga yang terjadi tidak akan pernah sama atau singkatnya berubah-ubah, karena mendapatkan pengaruh dari berbagai faktor. Seperti kondisi alam, kebijakan pemerintah, inflasi, perekonomian, dan lain sebagainya.

Singkatnya, sistem perdagangan melibatkan 2 proses, yakni permintaan dan penawaran. Oleh karena itu, pelaku dalam pasar ini dapat dibedakan menjadi dua, yakni produsen dan spekulan.

12 Komoditas Impor Indonesia yang Wajib Anda Kenal

Bagi Anda yang ingin melakukan impor atau mengenalnya lebih dalam, berikut komoditas impor Indonesia.

1. Buah-Buahan

Buah termasuk salah satu kekayaan alam milik Indonesia yang sudah sering Anda temui bahkan konsumsi. Meski Indonesia menghasilkan berbagai jenis buah di setiap tahunnya namun masih melakukan impor dari China. Bahkan jumlahnya bisa mencapai 397,7 kilogram buah.

Selain itu buah-buahan juga diketahui mempunyai harga yang cukup fantastis. Nilai tersebut berada di angka US$ 741,3 atau Rp 10,2 trilliun. Sangat mahal memang tapi proses jual beli yang dilakukan antara Indonesia dengan China harus tetap berjalan demi memenuhi permintaan.

2. Aluminium

Komoditas impor Indonesia yang kedua adalah aluminium. Seperti yang Anda ketahui bahwa selama ini masyarakat sering menggunakan barang-barang yang terbuat dari aluminium. Mungkin Anda pun demikian. Dikarenakan negara kita belum mampu memenuhi semua kebutuhan ini maka melakukan impor dari China adalah solusinya.

Menariknya aluminium menjadi komoditas terbanyak yang diimpor. Jumlahnya mencapai 311,11 kilogram dengan harga sekitar Rp12,1 triliun atau US$ 881,2. Fakta ini menjadi bukti bahwa hubungan antar negara dapat diperkuat dengan adanya kegiatan perdagangan.

Baca Juga: Barang Kiriman: Mengenal Istilahnya dalam Kegiatan Impor

3. Tembaga

Tidak menjadi rahasia lagi jika China menjadi negara tujuan impor yang paling banyak dipilih oleh negara-negara lain di seluruh dunia. Selain mempunyai teknologi yang maju Negeri Tirai Bambu ini juga mampu menghasilkan benda-benda yang bermanfaat untuk kebutuhan negara lain. Contohnya saja seperti tembaga.

Indonesia selalu mengambil tembaga dari China karena kualitasnya yang baik. Tak tanggung-tanggung jumlah impornya mencapai 67,1 kilogram atau senilai dengan US$376,8 juta atau sekitar Rp 5,1 triliun.

4. Susu

Negara Eropa adalah penghasil susu terbaik selama ini. Untuk itulah tak heran apabila salah satu komoditas impor Indonesia susu juga mengambil dari negara-negara tersebut, misalnya saja seperti Selandia Baru, Jerman, Amerika Serikat, Belgia, dan lain sebagainya.

Diketahui negara kita mengimpor susu dengan volume yang cukup besar. Yakni mencapai 139,68 juta kilogram yang nilainya US$530,47 juta atau sekitar 8 triliun.

5. Tembakau

Pertanian di tanah air memang sangat subur, tetapi jumlah permintaan dengan persediaan di alam masih kurang, terlebih untuk kebutuhan industri.

Oleh karena itu, Indonesia melakukan impor dari China. Jumlahnya berkisar 38,5 juta kilogram dengan nilai beli sebanyak US$ 169,2 juta atau Rp 2,3 trilliun.

6. Beras

Mungkin saat membaca komoditas impor Indonesia poin keenam ini membuat Anda merasa bingung. Bukankah hasil beras orang lokal sudah sangat berlimpah? Namun kenapa harus melakukan impor ke negara lain?

Inilah yang disebut dengan kerjasama antar negara. Meski beras petani lokal tak kalah berkualitas namun impor juga penting dilakukan. Hal ini dikarenakan masyarakat Indonesia sangatlah banyak sehingga untuk memenuhi kebutuhan tersebut para pelaku bisnis harus melakukan impor.

Ada beberapa negara yang menjadi target impor yakni Vietnam, Pakistan, Myanmar, Thailand, dan lain sebagainya dengan jumlah mencapai 302,71 juta kilogram yang nilainya mencapai US$ 156,332 juta.

Baca juga: Ingin Menjalankan Bisnis Impor? Ini 10 Bisnis Impor yang Menjanjikan

7. Tepung Terigu

Selain beras, negara kita juga melakukan impor tepung terigu di beberapa negara seperti India, Ukraina, Jepang, Sri Lanka, dan lain sebagainya. Menariknya jumlah volumenya juga cukup besar yakni sekitar 104,21 juta kilogram atau senilai dengan US$ 45,29 juta.

8. Bahan Bakar Mineral, Minyak Mineral dan Zat Bitumen

Iran termasuk salah satu negara penghasil bahan bakar dan minyak yang sangat tinggi. Oleh sebab itulah komoditas impor Indonesia yang satu ini juga terbilang cukup mahal. Nilainya bahkan mencapai angka US$ 364,6 juta atau setara dengan Rp 5 triliun.

9. Minyak Bumi

Kekayaan alam milik negara kita sangatlah banyak. Tak hanya dari segi pertanian saja melainkan juga minyak bumi. Walaupun demikian pada kenyataannya pemerintah masih melakukan impor minyak bumi dari China sebesar 436,2 ribu ton. Nilai dari minyak tersebut mencapai US$ 286,7 juta atau sekitar Rp 3,9 triliun.

10. Pipa Besi dan Baja

Selama ini ada dua negara yang menjadi pengirim pipa besi dan baja ke negara kita yakni China dan Iran. Komoditas impor Indonesia yang satu ini juga berjumlah cukup besar mengingat kebutuhan masyarakat juga tinggi.

untuk China negara kita mengambil sekitar 280,4 ribu ton dengan nilai US$ 414,1 juta atau sekitar Rp 5,7 triliun. Sedangkan besi dan baja dari Iran jumlahnya lebih sedikit, harganya pun tak terlalu mahal yakni berkisar US$ 16,4 juta atau Rp 226,3 miliar.

11. Mesin

Jaman sekarang hampir tidak ada pabrik yang tidak menggunakan mesin dalam proses produksinya. Selain mempersingkat waktu jumlah produksi juga bisa lebih banyak daripada melewati proses yang manual. Inilah yang menjadi pemicu Indonesia menjadi pengimpor mesin dari China.

Tercatat pada bulan November 2021 kemarin ada setidaknya total nilai impor mesin dan peralatan mekanis sebesar US$ 2,63 miliar. Kedua benda ini sangat berguna untuk menunjang industri dalam negeri dan negara yang menjadi pemasoknya ialah Taiwan, Singapura, China, Korea Selatan, Amerika Serikat, Jerman, dan lain sebagainya.

12. Pupuk

Komoditas impor Indonesia yang terakhir adalah pupuk. Banyak petani yang membutuhkan pupuk berkualitas baik untuk membuat tanamannya subur dan menghasilkan panen melimpah. Jumlah komoditas yang diimpor adalah 2,3 juta ton dengan harga total US$ 523,8 juta atau sekitar Rp 7,21 trilliun.

Baca juga: 8 Tips Memilih Jasa Ekspor Impor yang Profesional dan Berkualitas!

Tertarik Berbisnis Komoditas Impor Indonesia?

Demikianlah 12 komoditas impor Indonesia yang dapat Anda jadikan usaha ekspor impor. Mulai dari buah-buahan, tembaga, tepung, terigu, hingga pupuk. Apabila Anda butuh bantuan dalam proses impor komoditas, bisa pakai jasa impor dari Star Express Indonesia.

PT Star Express Indonesia memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dalam mengirimkan berbagai komoditas baik tujuan ekspor maupun impor dari dan ke berbagai negara melalui jalur udara maupun laut. Jasa pengiriman domestik kami pun menjangkau seluruh wilayah di Indonesia.

Hubungi kontak Star Express Indonesia untuk berdiskusi terlebih dahulu.

Komoditas apa saja yang di impor Indonesia?

Komoditas yang diimpor Indonesia adalah buah-buahan, alumunium, tembaga, susu, tembakau, beras, tepung terigu, bahan bakar, minyak bumi, pipa besi dan baja, mesin, serta pupuk.
Bagikan artikel ini:

Related Post

apakah impor utama negara malaysia

Apakah Produk Impor Utama Negara Malaysia dari Indonesia?

Meskipun sering terlibat dalam konflik antar negara, hubungan ekonomi antara Malaysia dan Indonesia terbilang kuat. Bahkan, Malaysia sendiri adalah trading partner Indonesia terbesar kedua setelah China. Namun, apakah negara impor utama negara
permalink
apa itu kuota impor

Apa Itu Kuota Impor? Ketahui Tujuan, Jenis, & Cara Kerjanya

ahukah Anda bahwa kuota impor dapat mendukung pertumbuhan industri dalam negeri dan mengurangi defisit negara. Yuk, ketahui apa itu kuota impor!
permalink
angka pengenal impor

Sudah Ganti ke NIB, Apakah Angka Pengenal Impor Berlaku?

Pemerintah membuat kebijakan baru dengan beralih ke NIB. Apakah angka pengenal impor masih bisa digunakan?
permalink
Location icon

Kota Tangerang

Head Office

Jl. Marsekal Surya Dharma
Internasional Airport Soekarno Hatta
Hubungi Kami
arrow icon
Location icon

Bandara Soekarno - Hatta

Main Office

Gedung JPT I Room DO3 Area Kargo
Bandara Soekarno Hatta
Hubungi Kami
arrow icon
Location icon

Medan

Branch Office

Jl. Sempurna Ujung Komp. Nusa
Sempurna No. A9 Medan Indonesia
Hubungi Kami
arrow icon
Konsultasi Gratis