
Apa Itu Fumigasi? Fungsi, Jenis & Prosedur dalam Ekspor Impor
Dalam perdagangan internasional, kegiatan ekspor impor selalu dilakukan untuk memperluas pasar dan menambah devisa negara. Kegiatan pengiriman barang ini tentu saja memiliki persyaratan ketat dari setiap negara, salah satunya harus melengkapi surat perizinan lengkap dan fumigasi pada ekspor impor.
Proses fumigasi adalah proses penting agar barang yang akan Anda kirim ke luar negara aman dari bahaya virus, bakteri, dan penyakit. Seperti apa pengertian dan pentingnya fumigasi ini? Berikut Informasinya untuk Anda.
Pengertian Fumigasi pada Ekspor Impor
Fumigasi merupakan proses pembasmian dan pengendalian hama atau organisme yang bisa mengganggu suatu sistem kerja. Proses ini menggunakan gas dalam ruang kedap udara dengan dosis, tekanan, dan suhu tertentu yang sudah ditetapkan.
Pada proses pengiriman barang, fumigasi merupakan proses karantina pada barang atau sumber daya komoditi dengan tujuan mencegah masuknya atau menetapnya virus, hama, atau kuman penyakit yang berasal dari barang tersebut agar tidak masuk ke suatu negara.
Sederhananya, fumigasi penting untuk menjaga barang agar barang tersebut bisa bebas dari penyebaran virus atau kuman penyakit yang bisa membahayakan manusia. Selain itu, fumigasi juga penting untuk menjaga kualitas barang yang akan dikirim ke suatu negara.
Fumigasi menjadi bagian penting dari persyaratan ekspor impor, karena nantinya perusahaan akan mendapatkan Sertifikat Fumigasi dari Badan Karantina Pertanian, Kementan RI sebagai bukti bahwa barang telah melaksanakan seluruh standar operasional yang berlaku
Sertifikat ini berisi informasi daftar fumigan dan tujuan perlakuan fumigasi pada barang. Biasanya juga ada informasi detail terkait jumlah waktu penggunaan fumigan dan rentang temperatur selama fumigasi berlangsung. Dokumen persyaratan ini bisa Anda dapatkan dari jasa customs clearance terpercaya.
Tidak hanya pada ekspor impor, pembasmian hama ini juga bisa dilakukan pada gudang, perpustakaan atau arsip, lumbung, komoditi, kontainer atau peti kemas, kandang, perumahan, dan kapal. Tujuannya pun sama, yakni mencegah munculnya penyakit atau virus dari barang-barang yang ada.
Baca juga: Kenali Pemberitahuan Impor Barang (PIB) dalam Kegiatan Impor
Pentingnya Proses Fumigasi pada Ekspor Impor
Hama-hama yang bisa saja terdapat pada barang bisa membawa dampak negatif pada manusia. Lebih jelasnya, proses pembasmian ini bertujuan untuk:
1. Mencegah Datangnya Spesies Invasif Baru ke Negara Tujuan
Banyak sekali kasus pengiriman barang yang berakhir mendatangkan spesies hama baru ke negara tujuan. Misalnya saja yang terjadi di Amerika, kedatangan produk impor dari Asia nyatanya membawa masalah baru yakni adanya spesies rayap formosa yang bersifat jauh lebih merusak daripada rayap asli Amerika.
Tentu saja ini sangat merugikan banyak pihak, termasuk warga Amerika sendiri. Oleh karena itu perlu adanya pembasmian agar barang aman dan terjaga sampai tujuan.
2. Mencegah Penyebaran Penyakit Berbahaya
Hama-hama seperti tikus serta virus dan bakteri jika tidak Anda basmi tentu saja akan membawa penyakit, seperti tikus yang terkenal membawa penyakit pes.
Kasus ini pernah ada pada masa Hindia Belanda. Saat itu, masyarakat Jawa banyak yang terkena pes akibat adanya impor beras dari Myanmar yang sedang mengalami wabah pes.
3. Mencegah Kerusakan pada Barang
Bukan hanya membawa penyakit baru, hama juga bisa merusak barang yang akan Anda kirim. Misalnya pada rayap atau tikus yang bisa merusak produk sehingga barang tidak bisa lagi digunakan bahkan bisa menimbulkan kerugian yang besar.
Baca Juga: Barang Kiriman: Mengenal Istilahnya dalam Kegiatan Impor
Pelaksanaan Fumigasi pada Ekspor Impor
Ada beberapa prosedur atau tata cara pelaksanaan fumigasi sesuai standar pemerintah dan internasional yang berlaku, antara lain:
- Perusahaan yang sudah terdaftar dan teregistrasi dalam Program Pemerintah Badan Karantina Pertanian, Departemen Pertanian RI, wajib melakukan fumigasi dan sudah mendapat surat izin resmi dari pemerintah RI.
- Seluruh proses harus dilakukan oleh profesional dan mendapat pengawasan khusus dari Departemen Pertanian dan Departemen Kesehatan karena pembasmian hama menggunakan zat kimia berbahaya.
- Barang harus bersih dan terbebas dari kontaminasi virus, bakteri, atau organisme lainnya.
Adapun ciri-ciri zat kimia yang cocok menjadi fumigan ekspor adalah:
- Tidak memberikan dampak buruk bagi komoditas.
- Mengandung racun tingkat tinggi untuk hama atau organisme pengganggu lainnya.
- Tidak menyebabkan kerusakan seperti meledak atau reaksi kimia lainnya.
- Terjual di pasaran dan harganya murah.
- Mempunyai toksisitas rendah pada manusia, tumbuhan, atau makhluk hidup lain selain sasaran fumigasi.
- Bisa mudah menguap dalam penggunaan tepat.
- Tidak menimbulkan kerusakan pada lingkungan.
Dari ciri-ciri tersebut, inilah beberapa jenis fumigan yang ada dalam proses fumigasi:
- Fosfin (PH3)
- Metil bromida (CH3Br)
- Sulfuril florida (SO2F2)
- Karbondioksida (CO2)
- Asam sianida (HCN)
- Formaldehida
- Iodoform
- DBCP
- Dazomet
- Dan sebagainya.
Pembasmian menggunakan cairan kimia tersebut menggunakan alat khusus bernama fumigator. Alat ini berupa sebuah tabung yang dihubungkan dengan selang dan pendorong untuk melakukan proses pengasapan. Karena ini cairan berbahaya, petugas yang bertugas juga perlu menggunakan alat pelindung APD lengkap.
Baca Juga: Kenali Perbedaan FCL dan LCL dalam Pengiriman Jalur Laut
Jenis-Jenis Fumigasi pada Ekspor Impor
Fumigasi untuk pengiriman barang ke luar negeri ini terbagi menjadi menjadi 2 kategori, yakni:
1. Fumigasi FCL
Fumigasi Kontainer Penuh atau FCL ini adalah cara fumigasi yang paling sering digunakan untuk kegiatan pengiriman barang ke luar negeri.
Barang tersebut dimasukkan ke dalam kontainer lalu menjalani proses fumigasi menggunakan gas dalam jangka waktu tertentu. Setelah itu, lanjut pada proses aerasi, kemudian pintu harus tertutup rapat dan kontainer siap untuk Anda kirim.
2. Fumigasi LCL
Fumigasi LCL atau Loose Container Load Fumigation adalah proses fumigasi untuk jumlah barang lebih sedikit sehingga dalam kontainer yang sama kargo akan dicampur bersama dengan barang dari pemilik lain. Nah, untuk tujuan fumigasinya, peletakan kargo akan terpisah dari yang lain.
Itulah Pentingnya Fumigasi pada Ekspor Impor
Fumigasi memang sangat penting untuk menjaga ketahanan dan kualitas barang pada proses ekspor impor. Nah untuk Anda yang ingin mengirim barang dengan aman, cepat, dan terpercaya, gunakan jasa fumigasi dari Star Express Indonesia.
Star Express Indonesia adalah jasa pengiriman barang yang sudah berpengalaman lebih dari 20 tahun di bidang logistik baik melalui darat, laut, maupun udara. Ayo hubungi kontak Star Express Indonesia untuk dapatkan informasi selengkapnya dan berkonsultasi lebih lanjut!






