Ini Dia Persyaratan Mengirim Tanaman dari Indonesia Keluar Negeri

Ini Dia Persyaratan Mengirim Tanaman dari Indonesia Keluar Negeri

Mengirim tanaman keluar negeri rupanya tidak semudah mengirim barang lainnya. Terdapat beberapa prosedur dan persyaratan yang wajib terpenuhi lebih dahulu. Mulai dari mengurus berbagai dokumen, karantina tanaman, kemudian pengiriman.

Panduan Mengirim Tanaman Keluar Negeri

Acuan pengiriman tanaman keluar negeri adalah peraturan pemerintah yang diterbitkan oleh Kementerian Pertanian, Nomor 2471/Kpts/KR.020/K/11/2018. Tujuannya adalah mencegah keluarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan (OTP) keluar wilayah Indonesia.

Sehingga tanaman yang lolos prosedur dan syarat akan aman bagi negara penerima. Pada dasarnya, hal ini juga berlaku pada setiap negara yang akan mengirim tanaman ke Indonesia. Hal ini sudah tertuang dalam perjanjian internasional

Lantas, seperti apa detail prosedur dan persyaratan tersebut? Apabila Anda berencana mengekspor tanaman, berikut adalah semua informasi yang perlu Anda pahami.

Dokumen Persyaratan Mengirim Tanaman Keluar Negeri

Setidaknya terdapat 5 dokumen yang perlu Anda persiapkan. Selain kelima dokumen berikut ini, Anda mungkin akan diminta mempersiapkan dokumen lain sebagai persyaratan dari negara penerima. Berikut ulasan mengenai 5 dokumen tersebut:

1. Phytosanitary Certificate (PC)

Dokumen yang satu ini memuat informasi mengenai kondisi kesehatan tanaman yang akan Anda kirim. Sertifikat ini adalah syarat mutlak. Sebab, tanaman yang tidak sehat dapat membawa ancaman wabah tertentu bagi negara penerima.

Anda perlu mengetahui bahwa dokumen ini dikeluarkan oleh National Plant Protection Organization (NPPO). Ini adalah organisasi resmi yang memang melaksanakan fungsi perjanjian internasional berkaitan dengan ekspor impor tanaman.

Sebelum mengirim tanaman keluar negeri, tanaman harus melalui prosedur karantina untuk bisa mendapatkan PC. Prosedur ini dapat terdiri dari pemeriksaan, kemudian mendapat perlakukan, pengamatan, pengasingan, hingga pemusnahan jika perlu.

Tempat pelaksanaan karantina tanaman sudah ditentukan lokasinya oleh Kepala Badan Karantina Pertanian.

Selain itu, bisa juga karantina berlangsung di luar instalasi, asalkan telah lulus kelayakan dari Petugas Karantina Tumbuhan. Misalnya di lokasi produksi tanaman, tempat pengemasan, maupun gudang pemilik sudah terverifikasi.

2. Surat Izin Pengeluaran (SIP)

Dokumen berikutnya adalah SIP. Anda memerlukan surat ini jika tanaman yang Anda kirim adalah berupa benih. Apabila bukan benih, artinya Anda tidak perlu melakukan pengurusan dokumen ini.
Sebagai eksportir, Anda perlu membuat surat izin pengeluaran dan menandatanganinya sebagai pemohon. Surat ini Anda tujukan pada Menteri Pertanian dengan tembusan ke Kepala Badan Karantina Tanaman.

Untuk mendapatkan contoh rujukan format SIP bisa dilihat di internet.

3. Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Dalam Negeri (SATS-DN)

Setiap tumbuhan dan satwa dalam negeri yang beredar dengan tujuan komersial maupun nonkomersial membutuhkan surat angkut. SATS-DN bertindak sebagai surat izin edar, izin legalitas asal usul tanaman, dan laporan mutasi, jika ada.

SATS-SD diterbitkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA pada daerah masing-masing. Anda sebagai pemohon perlu mengajukan permohonan sesuai prosedur yang berlaku dengan memenuhi dokumen-dokumen berikut ini:

  • Surat permohonan izin angkut untuk Tanaman atau Satwa Liar (TSL).
  • Sertifikat penangkaran, bila tanaman atau satwa merupakan hasil penangkaran.
  • Izin penelitian, apabila Anda melakukan ekspor untuk kebutuhan sampel atau spesimen penelitian ilmiah.
  • Dokumen asal usul TSL
  • Izin pengedar dalam negeri, bila tumbuhan atau satwa adalah hasil tangkapan yang telah sesuai kuota. Hanya khusus pemegang izin edar.

Apabila sebelumnya Anda sudah pernah memiliki SATS-SD untuk pengiriman sebelumnya, maka Anda juga perlu melampirkannya. Hal ini sebagai syarat pembuatan SATS-SD baru untuk mengirim tanaman keluar negeri berikutnya.

4. Packing Declaration

Sedangkan dokumen packing declaration adalah surat yang memuat informasi mengenai jenis bahan yang ada pada kemasan tanaman. Informasi ini penting, karena beberapa negara mungkin menerapkan aturan tertentu mengenai jenis bahan pengemasan.

Dokumen ini nantinya akan menjadi pertimbangan bagi otoritas bea cukai negara penerima. Oleh karena itu, apabila Anda baru pertama kali akan mengirim tanaman keluar negeri, sebaiknya melakukan pengecekan persyaratan negara penerima terlebih dahulu.

Beberapa negara telah memiliki format packing declaration. Hal ini tentu akan sangat memudahkanmu sebagai eksportir.

Sebagai saran, Anda sebaiknya menggunakan kemasan kayu untuk mengemas tanaman. Ini juga penting untuk menjamin keamanan produk tanaman selama proses pengiriman.

5. Cargo Manifest/Invoice/Bill of Loading (B/L)/Air Waybill (AWB)

Terakhir adalah dokumen yang berisi daftar muatan. Ketika Anda melakukan pengiriman tumbuh-tumbuhan ke luar negeri, Anda mungkin mengirim dalam jumlah banyak. Oleh karena itu, daftar muatan memiliki peran penting.

Cargo manifest adalah dokumen yang memuat informasi mengenai detail jumlah muatan. Selain itu, rincian lain yang tertera adalah mengenai negara penerima, tujuan pelabuhan, kode jenis barang, hingga inisial penerima.

Ketika mengirim tanaman keluar negeri, semua informasi pada dokumen ini penting untuk menjamin paket sampai ke penerima dengan tepat.

Kirim Tanaman Keluar Negeri Mudah dengan Jasa Ekspor

Bagi orang awam, pengurusan berbagai dokumen mungkin saja menyulitkan. Namun, Anda tidak perlu terlalu kuatir. Cukup banyak penyedia jasa ekspor maupun impor yang menyediakan layanan konsultasi. Salah satunya adalah Star Express Indonesia yang tidak hanya menyediakan jasa ekspor namun juga pengurusan lainnya seperti jasa phytosanitary certificate.

Sebaiknya, Anda memanfaatkan layanan semacam ini untuk mendapat penjelasan detail mengenai setiap prosedur. Anda cukup menghubungi layanan jasa kepercayaan Anda untuk mendapatkan bantuan.

Mantap Mengirim Tanaman Keluar Negeri?

Demikianlah prosedur dan persyaratan yang wajib Anda pahami sebelum mengirim tanaman keluar negeri. Pastikan Anda telah melakukan pengurusan semua dokumen, agar semakin mantap dalam melakukan ekspor.

Informasi-informasi ini tentu sangat bermanfaat bagi Anda yang bergerak pada bidang ekspor tanaman. Baik berupa benih, tanaman perkebunan seperti teh dan kopi, hingga tanaman hias.

Beragamnya sumber daya alam Indonesia memang menjadi celah bisnis yang menggiurkan. Oleh karena itu, informasi mengenai prosedur dan syarat ekspor impor cukup penting diketahui.

Apakah Persyaratan Pengiriman Tanaman Setiap Negara Sama?

Setiap negara penerima dapat menerapkan persyaratan dokumen atau perlakuan yang berbeda. Selain mengacu pada aturan negara, ada kemungkinan jenis tanaman tertentu akan mendapat perlakukan yang berbeda dengan lainnya.

Berapa Lama Waktu Pengurusan Dokumen?

Lama pengurusan setiap dokumen dapat berbeda-beda. Namun secara umum, dokumen-dokumen tersebut terbit dalam waktu relatif singkat. Sebagai contoh, Phytosanitary Certificate dapat terbit dalam 1 hari kerja.

Apakah Dokumen Dapat Kadaluarsa?

Kabar buruknya, dokumen yang Anda urus tersebut memiliki masa berlaku. Salah satunya adalah Phytosanitary Certificate yang hanya berlaku selama 21 hari. Setelah melewati batas waktu, Anda perlu mengurus sertifikat yang baru.

Berapa Lama Waktu Karantina Tanaman?

Setelah semua dokumen lengkap, maka tanaman akan masuk karantina sebelum pengiriman. Lama waktu karantina dapat berbeda-beda tergantung jenis tanaman. Namun, waktu maksimal karantina adalah 14 hari.

Kemana Mencari Informasi Lebih Lanjut?

Sebaiknya, Anda langsung mengunjungi website resmi badan yang mengeluarkan dokumen yang Anda butuhkan. Lagipula sekarang ini, layanan pemerintah telah semakin baik dalam menyediakan informasi melalui media digital.
Bagikan artikel ini:

Related Post

apa manfaat ekspor bagi wirausaha

Apa Manfaat Ekspor bagi Wirausaha dalam Ekspansi Bisnis?

Penasaran apa manfaat ekspor bagi wirausaha dan sebesar apa pengaruhnya? Artikel ini akan mengupas tuntas tentang hal tersebut. Yuk, simak!
permalink
Cara Bisnis Ekspor Untuk Pemula Tanpa Modal!

Cara Mulai Bisnis Ekspor Untuk Pemula, Bisa Tanpa Modal!

Apakah Anda tertarik untuk melakukan bisnis ekspor? Berikut ini beberapa cara bisnis ekspor tanpa modal yang bisa Anda terapkan!
permalink
Cara Kirim Barang ke Malaysia dari Indonesia Pakai Ekspedisi

Cara Kirim Barang ke Malaysia dari Indonesia Pakai Ekspedisi

Anda ingin kirim barang ke Malaysia tapi bingung bagaimana caranya? Jangan khawatir karena artikel ini akan menjelaskan tahapan lengkapnya!
permalink
Location icon

Kota Tangerang

Head Office

Jl. Marsekal Surya Dharma
Internasional Airport Soekarno Hatta
Hubungi Kami
arrow icon
Location icon

Bandara Soekarno - Hatta

Main Office

Gedung JPT I Room DO3 Area Kargo
Bandara Soekarno Hatta
Hubungi Kami
arrow icon
Location icon

Medan

Branch Office

Jl. Sempurna Ujung Komp. Nusa
Sempurna No. A9 Medan Indonesia
Hubungi Kami
arrow icon
Konsultasi Gratis