
9 Permasalahan Ekspor Impor dan Cara Antisipasinya
Setiap bisnis sudah tentu mempunyai permasalahannya masing-masing. Begitu juga dengan permasalahan ekspor impor yang terjadi di suatu negara. Tidak selamanya aktivitas perdagangan internasional berjalan lancar sesuai yang Anda harapkan. Terkadang ada kendala atau hambatan yang terjadi sehingga membuat proses pengiriman menjadi terganggu.
Namun, sebenarnya ini bukan masalah baru meskipun masih tetap dialami sampai sekarang. Apa saja masalah yang dihadapi? Beberapa di antaranya seperti penjelasan dibawah ini.
Apa Saja Permasalahan Ekspor Impor?
Terdapat dua faktor utama mengapa masalah impor dan ekspor mengalami masalah.
1. Faktor Eksternal
Masalah ini berkaitan dengan kondisi di luar perusahaan yang berpengaruh terhadap aktivitas impor dan ekspor.
1.1. Kepercayaan di Antara Importir dan Eksportir
Kepercayaan menjadi salah satu faktor penting demi terlaksananya transaksi di antara importir dan eksportir. Kedua pihak yang lokasinya berjauhan serta belum saling mengenal ini rentan menimbulkan risiko, khususnya pada saat melibatkan dengan pertukaran uang dan barang.
Apakah importir bersedia mengirimkan uangnya dulu meskipun barangnya belum diterima? Atau, apakah eksportir percaya dan mengirimkan barangnya sebelum uang mereka terima?
Untuk itu, sebelum adanya kontrak di antara kedua pihak, maka keduanya harus sama-sama memahami kredibilitas masing-masing. Beberapa cara umum untuk mendapatkan kepercayaan sehingga terjalin
kontrak dagang yaitu:
- Melihat buku petunjuk perdagangan. Informasi pada buku tersebut berisi nama, jenis usaha, dan alamat.
- Mencari serta mengunjungi perusahaan.
- Membaca publikasi dagang baik dalam maupun luar negeri.
- Meminta bantuan bank luar negeri yang kemudian menghubungi bank korespondennya untuk menghubungkannya ke nasabah kedua bank.
- Berkonsultasi dengan para pengusaha pada bidang yang sama.
- Lewat perwakilan perdagangan.
- iklan.
Baca juga: Ini Ketentuan Ekspor Kopi dan 10 Negara Terbanyak Ekspor Kopi RI
1.2. Pemasaran
Permasalahan ekspor impor yang kedua yaitu seputar pemasaran. Anda harus mempertimbangkan ke negara mana nanti barang tersebut dipasarkan sehingga memperoleh harga terbaik. Bagi importir, penting untuk paham dari mana barang-barang tersebut diimpor sehingga memperoleh pembayaran lebih baik.
Ketika menetapkan harga komoditi, eksportir harus mengetahui apakah mampu bersaing dengan eksportir lain untuk produk yang sama. Beberapa informasi yang mesti menjadi pertimbangan yaitu:
- ongkos kirim barang,
- tingkat persaingan,
- sifat permintaan,
- peraturan perdagangan di negara tujuan,
- kontinuitas produksi barang,
- pembatasan mutu serta volume barang,
- kurang memahami teknik pemasaran,
- daya saing rendah baik dalam harga maupun waktu penyerahan,
- pemasaran yang tidak berkembang,
- dan lain-lain.
Baca juga: Cara Menerima Paket dari Luar Negeri, Apakah Penerima Bayar?
1.3. Sistem Kuota serta Hubungan Perdagangan
Keinginan importir dan eksportir yaitu mencari, memelihara, maupun meningkatkan hubungan dagang di antara keduanya. Namun hal tersebut tergantung kondisi di kedua negara yang bersangkutan.
Ketika ada negara yang menetapkan pembatasan kuota barang, maka usaha untuk meningkatkan transaksi cenderung sulit terlaksana secara penuh.
Bagaimana solusinya? Setiap negara perlu meningkatkan hubungan dengan negara lain yang sifatnya bilateral maupun multilateral. Tujuannya agar tercipta sebuah aturan terkait pembatasan kuota barang dalam transaksi perdagangan.
Ketika setiap negara baik importir dan eksportir sepakat, aktivitas perdagangan pun menjadi lancar. Keduanya mampu mengirimkan dan menerima barang sesuai keperluan.
1.4. Keterkaitan sebagai Anggota Organisasi Internasional
Tujuan melibatkan organisasi internasional yaitu agar bisa mengatur stabilitas harga barang ekspor pada pasar internasional. Akan tetapi, terkadang anggota di dalam organisasi malah menjadi pemicu timbulnya permasalahan ekspor impor.
Misalnya ICO yang menetapkan kuota kopi. Ada juga penentuan harga yang dianggap lebih bersaing dan sering dihadapi para anggota OPEC.
1.5. Kurang Paham akan Kemudahan Internasional
Kemudahan internasional misalnya melalui ASEAN Preferential Trading Agreement yang menawarkan kemudahan tarif. Ini sangat berguna untuk aktivitas impor dan ekspor di antara negara-negara ASEAN.
Kemudahan tersebut sifatnya timbal balik serta pemanfaatannya dilaksanakan dengan cara menerbitkan formulir C terhadap negara asal barang. Selain itu, ada juga tax treaty di antara negara-negara ASEAN tersebut.
Baca juga: Banyak yang Belum Tahu, Ini Daftar Barang yang Kena Bea Cukai
2. Faktor Internal
Beberapa faktor internal yang juga berpotensi menghambat kegiatan impor dan ekspor yaitu:
2.1. Persiapan Teknis
Hal ini berkaitan dengan persyaratan dasar yang mesti Anda penuhi agar aktivitas impor dan ekspor terlaksana.
- Status badan hukum dari perusahaan.
- SIUP (Surat Izin Usaha) maupun surat izin impor dan ekspor seperti API, APE, APES, APIT, dan APIS.
- Kemampuan dalam menyiapkan persyaratan lainnya. Misalnya relasi pengapalan, dokumen pengapalan, dan lain-lain.
2.2. Kemampuan serta Pemahaman Seputar Transaksi Luar Negeri
Permasalahan ekspor impor juga terjadi karena kurang memahami transaksi luar negeri. Setiap perusahaan harus paham dasar-dasar di dalam transaksi ekspor dan impor. Ini menyangkut bagaimana pelaksanaannya, dokumen yang harus diisi, serta apa saja peraturan yang berlaku baik di dalam maupun luar negeri.
2.3. Pembiayaan
Pembiayaan juga menjadi masalah yang cukup sering dihadapi pengusaha impor maupun ekspor. Masalah yang mereka hadapi tersebut yakni fasilitas pembiayaan, ketercukupan dana, dan bagaimana cara mendapatkan dana. Berkaitan hal ini, pengusaha harus bisa mengatur kondisi keuangannya secara bijak.
Mereka juga harus bisa memanfaatkan kemungkinan fasilitas pembiayaan. Dengan begitu, akan tercipta transaksi sesuai yang diinginkan.
Baca juga: Penyebab dan Cara Mudah Mengurus Barang yang Tertahan di Bea Cukai
2.4. Kurang Sempurna dalam Menyiapkan Barang
Biasanya eksportir kurang mampu dalam menyiapkan barang sesuai permintaan importir. Permasalahan ekspor impor ini berpotensi menyebabkan kelangsungan hubungan di antara keduanya menjadi renggang. Bahkan bisa jadi tidak ada kerja sama di kemudian hari.
Permasalahan yang timbul biasanya karena hal-hal berikut:
- Mutu barang tidak bisa dipertahankan sesuai perjanjian.
- Pengiriman barang cenderung terlambat. Bisa karena masalah pengurusan administrasi, aturan pengangkutan, maupun terkena aturan suatu negara.
- Penyediaan barang sesuai perjanjian yang tidak dapat dipenuhi.
- Pengepakan tidak memenuhi syarat.
- Keterlambatan di dalam mengirimkan dokumen pengapalan.
Sudah Paham Permasalahan Ekspor Impor?
Bagi yang memerlukan jasa ekspor dan jasa impor terpercaya, Star Express Indonesia adalah solusinya. Star Express Indonesia merupakan salah satu jasa terbaik yang pastinya akan membantu aktivitas pengiriman barang dari dan ke luar negeri.
Proses pengiriman barang bisa lewat darat, laut, maupun udara. Sudah tentu barang akan sampai ke tujuan secara tepat waktu. Informasi selengkapnya, Anda dapat menghubungi Kontak Star Express Indonesia.






