
Nota Pemberitahuan Penolakan: Penjelasan Lengkap dan Penyebabnya
Aktivitas ekspor dan impor merupakan salah satu kegiatan yang belakangan ini semakin marak dilakukan, baik oleh bidang usaha maupun individu. Ternyata, aktivitas impor dan ekspor ini memiliki banyak persyaratan yang harus terpenuhi. Jika tidak, maka Anda akan menerima nota pemberitahuan penolakan.
Lalu, apa yang dimaksud dengan nota pemberitahuan penolakan dan apa saja penyebabnya serta cara mengatasinya? Simak ulasan menarik berikut ini!
Apa Itu Nota Pemberitahuan Penolakan?
Nota pemberitahuan penolakan adalah sebuah dokumen yang diterbitkan oleh pihak bea cukai kepada pihak eksportir atau importir, karena adanya ketidaksesuaian dokumen.
Dalam proses impor dan ekspor barang, Anda perlu melakukan pengurusan dokumen kepada pihak bea cukai. Dokumen inilah yang berisi informasi lengkap, barang mulai dari identitas barang, identitas pemilik, hingga informasi pelunasan biaya bea cukai, dan masih banyak lagi.
Selanjutnya, dokumen tersebut akan melewati proses pemeriksaan yang sangat teliti. Apabila pihak bea cukai menemukan adanya ketidaksesuaian atau kesalahan pada dokumen tersebut, maka pihak bea cukai berhak untuk mengeluarkan Nota Pemberitahuan Penolakan atau yang tersebut sebagai NPP.
NPP ini ada, agar pihak importir atau eksportir dapat melakukan perbaikan dokumen sesuai kebutuhan.
Baca Juga: Penjelasan MSDS: Dokumen Penting Sebelum Ekspor Impor Bahan Kimia
Penyebab Adanya Nota Pemberitahuan Penolakan
Setelah mengetahui pengertian dan penjelasan mengenai nota pemberitahuan penolakan, maka selanjutnya Anda perlu mengetahui beberapa penyebab yang sering terjadi, sehingga nota pemberitahuan penolakan tersebut diterbitkan oleh pihak bea cukai.
Mengetahui potensi penyebab, akan membantu Anda lebih berhati-hati ketika melakukan pengurusan pemberitahuan ekspor barang di bea cukai terdekat. Berikut ini adalah beberapa penyebab yang paling sering terjadi tersebut, simak baik-baik ya!
1. Kesalahan NDPBM dalam Proses Validasi CEISA
Penyebab pertama adanya nota pemberitahuan penolakan dari bea cukai adalah karena adanya kesalahan NDPBM dalam proses validasi CEISA. NDPBM adalah singkatan dari Nilai Dasar Pengenaan Bea Masuk. Nilai ini mengacu pada nilai tukar kurs sebagai acuan biaya bea cukai nantinya.
Seperti yang kita ketahui bersama, nilai kurs mata uang setiap hari akan mengalami perubahan. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memperhatikan nilai kurs negara asal dan negara tujuan pengiriman. Dokumen tersebut akan terbit melalui aplikasi penghubung pengguna jasa dan bea cukai, yaitu CEISA.
2. Adanya Nomor HS yang Tidak Sesuai Syarat
Penyebab kedua adanya nota pemberitahuan penolakan yang paling sering terjadi adalah karena terdapat nomor HS yang tidak sesuai dengan syarat yang ada. Nomor HS sendiri atau Harmonized System merupakan sistem penggolongan barang untuk mempermudah transaksi perdagangan, pentarifan, dan pengangkutan.
Ketidaksesuaian nomor HS di barang pada sistem aplikasi bea cukai CEISA merupakan kasus yang paling banyak terjadi. Hal ini juga memiliki penyebab, karena adanya peraturan baru dari bea cukai, bahwa barang yang masuk di atas tahun 2017 memiliki 10 digit kode dan di bawah 2017 memiliki 8 digit kode.
Seringkali, para pengimpor atau eksportir memasukkan seri barang dengan jumlah kode HS 10 digit, padahal barang tersebut masuk sebelum tahun 2017. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memastikan jumlah digit kode angka sesuai dan benar.
3. Kesalahan Penulisan Nomor BC Asal
Kesalahan ketiga yang sering terjadi dan menyebabkan terbitnya nota pemberitahuan penolakan adalah kesalahan penulisan BC asal. Dalam melakukan pengurusan barang impor dan ekspor, Anda pasti melakukannya di kantor kepabeanan yang terdekat.
Setiap kantor kepabeanan tersebut memiliki kode asal yang selanjutnya disebut sebagai BC asal. Kode tersebut berisi 6 digit angka yang harus Anda cantumkan dalam dokumen di CEISA. Terkadang, sistem CEISA membaca spasi sebagai karakter, sehingga terjadi kesalahan.
Untuk itu, pastikan agar Anda menuliskan kode BC asal pada sistem CEISA tanpa adanya spasi, agar dapat terhitung sebagai data yang benar.
Syarat Lolos Dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang
Setelah mengetahui beberapa kesalahan yang seringkali terjadi selama proses pengajuan dokumen bea cukai, maka Anda perlu mengetahui apa saja syarat lolos dokumen pemberitahuan ekspor barang. Sehingga, Anda dapat mengurangi potensi terkena nota pemberitahuan penolakan barang.
1. Mengisi Pemberitahuan Ekspor Barang dengan Lengkap
Syarat pertama dan yang paling penting adalah mengisi dokumen pemberitahuan ekspor barang dengan lengkap. Dokumen tersebut bisa Anda dapatkan pada aplikasi CEISA milik bea cukai. Pastikan tidak ada satupun yang terlewat, mulai dari nomor hingga identitas.
Baca juga: Apa itu Pemberitahuan Ekspor Barang dan Bagaimana Cara Mengurusnya
2. Lolos Perizinan Instansi Terkait
Syarat selanjutnya adalah barang impor atau ekspor telah lolos perizinan dari instansi terkait. Instansi akan berbeda tergantung pada jenis barang impor atau ekspor. Sebagai contoh, untuk barang impor berupa makanan, obat-obatan, atau kosmetik, maka instansi sebagai acuan adalah BPOM.
3. Melunasi Pembayaran Biaya
Pelunasan biaya bea cukai merupakan salah satu syarat yang paling penting, agar barang milik Anda dapat lolos dan memiliki dokumen pemberitahuan ekspor barang. Anda bisa mendapatkan total pembayaran bea cukai setelah melengkapi formulir pada sistem CEISA.
4. Penyerahan Dokumen
Setelah semua dokumen yang dibutuhkan lengkap, maka tahap paling penting dari alur penerbitan pemberitahuan barang impor adalah penyerahan dokumen.
Penyerahan dokumen ini adalah kepada pihak bea cukai, sebagai bukti bahwa barang tersebut telah memenuhi seluruh persyaratan bea cukai dan siap untuk beredar secara massal.
Gunakan Jasa Custom Clearance untuk Permudah Aktivitas Ekspor dan Impormu!
Berikut tadi adalah beberapa ulasan mengenai pengertian nota pemberitahuan penolakan hingga penyebabnya dalam aktivitas impor maupun ekspor. Melakukan aktivitas impor dan ekspor merupakan suatu hal yang menantang, karena Anda membutuhkan banyak dokumen persyaratan.
Namun, jangan khawatir. Saat ini tersedia jasa custom clearance yang membantu Anda untuk menangani aktivitas impor dan ekspor. Salah satu penyedia jasa custom clearance yang terpercaya adalah Star Ekspres Indonesia. Jasa ini mampu membantu pengurusan dokumen impor dan ekspor dengan mudah dan cepat.






