ekspor sayuran

Ekspor Sayuran: Potensi, Persyaratan, Langkahnya, serta Tipsnya!

Sayuran dan buah mengandung berbagai macam nutrisi yang dapat mencukupi kebutuhan asupan harian. Kandungan serat dan antioksidan pada sayuran juga dapat menurunkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, stroke, dan lain-lain. Sayuran juga rendah kalori sehingga mampu menurunkan risiko obesitas.

Anjuran mengonsumsi sayuran juga digalakkan oleh WHO (World Health Organization) atau lembaga kesehatan dunia. Agar hidup lebih sehat dan terhindar dari risiko penyakit kronis, setidaknya Anda perlu mengonsumsi 400 gr sayur dan buah setiap hari. Anjuran dari WHO inipun meningkatkan keinginan masyarakat dunia dalam mengkonsumsi sayuran.

Bagi Anda yang tinggal di kawasan perkebunan, bisa memanfaatkan hal ini sebagai peluang usaha baru dengan potensi cuan yang lumayan tinggi. Anda bisa mulai mempertimbangkan bisnis ekspor sayuran dan buah-buahan ke pasar internasional. Sebab, masyarakat mulai sadar akan pentingnya hidup sehat.

Potensi Ekspor Sayuran

Kebutuhan sayur yang terus meningkat memberikan peluang besar kepada para eksportir sayuran. Jenis sayuran yang mendominasi pasar ekspor yaitu sayuran hijau, labu-labuan, serta sayuran akar yang mencapai 60%. Sayuran seperti tomat-tomatan mampu menyentuh angka 22% dalam pasar ekspor dunia.

Indonesia memiliki kemampuan ekspor untuk beberapa jenis sayuran segar karena ketersediaannya di dalam negeri masih melimpah. Menurut Dirjen Hortikultura Kementan pada tahun 2020 lalu, jenis sayuran segar yang bisa dijual ke pasar internasional adalah bayam, selada, kangkung, wortel, dan kubis.

Persyaratan Dokumen Ekspor

Sayuran yang akan dikirim ke pasar luar negeri wajib melalui proses karantina. Pihak yang menyelenggarakan karantina yaitu Badan Karantina Pertanian. Landasan tersebut berasal dari keputusan Nomor 2471/Kpts/KR.020/K/11/2018 dan 2523/Kpts/KR.020/K/11/2018 yang diterbitkan oleh Kepala Badan Karantina Pertanian.

Anda bisa menyiapkan persyaratan dokumen ekspor sayuran seperti di bawah ini:

  • Phytosanitary Certificate atau PC. Pihak yang mengeluarkan dokumen ini adalah Badan Karantina Pertanian.
  • Surat Izin Pengeluaran jika barang ekspor tersebut adalah benih tumbuhan. Menteri Pertanian merupakan pihak yang berhak memberikan surat perizinan ini.
  • SATS-DN (Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Dalam Negeri) apabila barang ekspor masuk dalam daftar flora atau fauna hampir punah. Pihak yang menerbitkan dokumen tersebut adalah
  • Menteri Kehutanan yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam.
  • Sertifikat Fumigasi, hanya jika negara tujuan memintanya.
  • Packing declaration jika menggunakan kemasan kayu.
  • Dokumen administratif atau cargo manifest yang mencakup Bill of Lading (B/L), invoice, Air WayBill (AWB).

Apabila Anda sudah memenuhi semua dokumen di atas, maka Anda pun bisa segera memberangkatkan sayuran ke negara tujuan.

Langkah-Langkah Ekspor Sayuran

Silakan simak langkah-langkah mengirimkan sayuran ke pasar luar negeri di bawah ini agar Anda mendapatkan gambaran yang lebih jelas:

A. Isi Formulir

Eksportir wajib melengkapi data formulir karantina ekspor dengan memberikan informasi yang lengkap dan jelas. Tujuan dari mengisi formulir adalah untuk menjaga kualitas mutu sayuran.

Hal ini dapat menurunkan risiko munculnya OPT atau Organisme Pengganggu Tumbuhan. Hasilnya, sayuran akan sampai dalam kondisi baik di negara tujuan.

B. Check In

Apabila sayuran sudah melalui proses karantina sesuai prosedur yang diberlakukan dan lulus, maka pejabat karantina akan menerbitkan sertifikat karantina. Anda bisa menggunakan sertifikat ini
untuk melangkah ke tahap berikutnya yakni check-in.

C. Pengiriman

Proses pengiriman pun bisa segera Anda laksanakan jika sayuran tersebut memenuhi kualifikasi. Pemerintah akan menetapkan biaya imigrasi dan pajak sebelum Anda mengirimkan barang tersebut.

Apabila Anda sudah menyelesaikan transaksi dan mendapatkan izin kelayakan, maka sayuran pun bisa dikirim ke negara tujuan.

Tips Sukses Ekspor Sayuran untuk Pemula

Baru memulai usaha ekspor hasil perkebunan yang masih segar? Berikut beberapa tips agar sukses dan berhasil mendapatkan penghasilan yang lebih banyak:

1. Memahami dan Memilih Jenis Sayuran

Hal pertama yang wajib dilakukan oleh seorang eksportir yaitu memahami jenis sayuran yang akan menjadi komoditas ekspor. Mengenal seluk-beluk jenis sayuran yang Anda pilih dengan baik, tentu akan menjadi selling point menarik ketika memasarkannya.

Anda bisa menonjolkan keunggulan dan manfaat sayuran yang Anda jual dalam acara pameran. Dengan demikian, Anda pun bisa menarik perhatian para calon pembeli dan kapasitas ekspor pun meningkat.

2. Berikan Sampel Rata-Rata

Saat mengikuti gelaran pameran ekspor-impor, Anda pasti ingin mengenalkan sayuran terbaik kepada calon pembeli. Namun, hindari memberikan sampel sayuran dengan kualitas super karena hal ini bisa menjadi boomerang. Calon pembeli yang mendapat sampel sayuran kualitas terbaik pasti memiliki ekspektasi yang sangat tinggi.

Meskipun ketika panen mampu menghasilkan sayuran terbaik, namun tidak semua sayuran mempunyai kualitas super. Oleh sebab itu, gunakan sayuran standar kualitas rata-rata supaya tidak mendapatkan komplain dari pembeli karena tidak sesuai dengan sampel yang Anda berikan.

3. Memahami Permintaan dan Kebutuhan Pembeli

Sebagai pihak yang menjual barang, Anda perlu lebih aktif dalam melakukan komunikasi dengan pembeli. Anda bisa mengkonfirmasi pelanggan sehingga lebih mudah memahami apa yang menjadi kebutuhan mereka.

Memahami permintaan dan kebutuhan pembeli mencakup bagaimana sebaiknya produk dikemas, label produk, serta spesifikasi produk. Hal ini tentu akan memberikan kepuasan terhadap pembeli karena merasa dipahami dan diperhatikan dengan sangat baik.

4. Kroscek Calon Pembeli

Sebelum memutuskan ekspor sayuran, pastikan Anda untuk memeriksa calon pembeli terlebih dahulu. Untuk melakukan proses pengecekan, silakan datang langsung ke kantor Indonesian Trade Promotion Center atau ITPC.

Teliti dalam memeriksa calon pembeli akan menghindarkan Anda dari risiko kerugian yang besar. Banyak oknum calon pembeli yang melakukan penipuan sehingga Anda pun perlu meningkatkan kewaspadaan.

5. Memelihara Kestabilan Suhu

Supaya sayuran tidak mudah rusak, pastikan Anda selalu mengontrol perubahan suhu. Mengontrol suhu agar tidak mengalami perubahan drastis ini mulai dari proses panen, pemrosesan, dan sampai pengiriman.

6. Aktif dan Responsif dengan Pertanyaan Pembeli

Bisnis ekspor maupun impor memiliki pesaing yang sangat tinggi sehingga Anda harus aktif dan responsif dalam menjawab pertanyaan para pembeli. Jika Anda tidak segera menanggapi pertanyaan-pertanyaan tersebut, maka calon pembeli pun akan segera mencari jasa ekspor lainnya.

Kondisi ini lantaran bisnis ekspor harus melalui regulasi yang sangat panjang sehingga memakan waktu yang cukup lama.

Ingin Segera Menekuni Bisnis Ekspor Sayuran?

Setelah membaca artikel di atas, apakah Anda mulai tertarik menggeluti bisnis ekspor sayuran? Ikuti pula tips-tipsnya agar usaha segera berkembang. Anda yang masih baru mulai sangat cocok jika menggandeng jasa ekspor dari Star Express Indonesia.

Tak hanya memiliki jaringan yang luas, Star Express Indonesia juga mempunyai jaringan yang luas dan bebas dari hidden cost.

Apa itu ekspor?

Ekspor yaitu menjual barang dari dalam negeri ke negara lain. Kegiatan ini merupakan contoh perdagangan internasional.

Apakah ekspor hasil sayur perkebunan potensial?

Menjual sayuran segera ke luar negeri sangat menjanjikan karena menjadi kebutuhan pangan utama. Apalagi, WHO juga menyarankan agar mengonsumsi sayuran sekitar 400 gr per hari.

Bagaimana cara memulai usaha ekspor bagi pemula?

Pertama pastikan Anda memiliki niat dan jiwa tidak mudah menyerah. Selanjutnya, perbanyak informasi mengenai dokumen yang harus dipersiapkan. Pilih jasa ekspor seperti Star Express Indonesia jika ingin lebih praktis dan mudah.

Apa saja tips sukses bisnis ekspor?

Pahami dan pilih jenis sayuran, Memberikan sampel, Kroscek calon pembeli, Pahami kebutuhan dan keinginan pembeli, Kontrol kestabilan suhu, serta Responsif terhadap pembeli.
Bagikan artikel ini:

Related Post

apa saja komoditas ekspor filipina

Apa Saja Komoditas Ekspor Filipina yang Potensial?

Penasaran apa saja komoditas ekspor Filipina yang juga bisa jadi peluang bisnis Anda? Ketahui jenis-jenis komoditas selengkapnya di sini!
permalink
Commercial Invoice Fungsi, Jenis, Komponen & Contohnya

Commercial Invoice: Fungsi, Jenis, Komponen & Contohnya

Invoice penting untuk melengkapi dokumen ekspor impor. Pastikan Anda mengetahui mengenai commercial invoice selengkapnya di sini!
permalink
Fungsi Bill of Lading (BL) dalam Ekspor Impor & Contohnya

Fungsi Bill of Lading (B/L) dalam Ekspor Impor & Contohnya

Bill of lading adalah dokumen penting yang wajib ada dalam setiap proses pengiriman barang dalam dan luar negeri melalui laut. Pahami disini!
permalink
Location icon

Kota Tangerang

Head Office

Jl. Marsekal Surya Dharma
Internasional Airport Soekarno Hatta
Hubungi Kami
arrow icon
Location icon

Bandara Soekarno - Hatta

Main Office

Gedung JPT I Room DO3 Area Kargo
Bandara Soekarno Hatta
Hubungi Kami
arrow icon
Location icon

Medan

Branch Office

Jl. Sempurna Ujung Komp. Nusa
Sempurna No. A9 Medan Indonesia
Hubungi Kami
arrow icon
Konsultasi Gratis