
Pengertian Shipping dalam Dunia Ekspor Impor dan Tips untuk Pemula
Bisnis online kini semakin diminati, lantaran mampu menjangkau pasar secara lebih luas. Apalagi bisnis online itu sendiri tidak lepas dari peranan jasa logistik sehingga produk Anda bisa sampai ke tangan pembeli.
Ketika menggunakan jasa logistik, ada beberapa istilah yang perlu diketahui oleh setiap pemilik bisnis, salah satunya yaitu shipping. Apa itu shipping dan bagaimana cara kerjanya? Simak informasinya dibawah ini.
Apa Itu Shipping?
Shipping adalah suatu proses pemindahan suatu barang dari satu lokasi ke lokasi lainnya yang erat kaitannya dengan jasa pengiriman menggunakan kapal laut. Istilah ini juga berasal dari bahasa Inggris, yakni ‘ship’ yang berarti kapal.
Mengutip Cambridge Dictionary, istilah shipping adalah tindakan mengirim barang dari satu tempat ke tempat lain, terutama dengan kapal.
Namun, seiring dengan berjalannya waktu, istilah shipping juga mengalami perluasan makna, hingga secara umum mengacu pada berbagai jenis pengiriman barang. Tidak hanya via laut, tetapi juga darat dan udara.
Selain itu, aktivitas shipping tidak hanya terpaku pada pengiriman saja. Tetapi juga meliputi pengambilan barang (picking), pengepakan barang (packing), dan pengeluaran barang oleh perusahaan jasa logistik.
Shipping dalam Ekspor dan Impor
Dalam kegiatan ekspor dan impor, shipping dimaknai sebagai pengiriman barang melalui tiga jalur (laut, darat, dan udara) yang mana awalnya hanya melalui kapal laut.
Bіаѕаnуа shipping melalui jalur laut dіlаkukаn secara соntаіnеrіzе, yaitu barang уаng аkаn dikirim dіmаѕukkаn kе dаlаm kontainer. Terlebih, metode ini dianggap lebih fleksibel, karena dapat memuat barang lebih banyak, hingga secara ongkos jauh lebih murah.
Adapun, terdapat berbagai istilah pengiriman ketika melakukan kegiatan ekspor dan impor yang perlu Anda ketahui, yaitu
- Commodity Descriptions: Deskripsi barang yang harus sesuai dengan yang ada pada dokumen bill of landing dan packing list.
- Less than Container Loaded (LCL): Layanan container dalam muatan lebih sedikit dan terdapat beberapa pengirim atau consignor dalam satu kontainer.
- Full Container Loaded (FCL): Layanan container dalam muatan penuh, dimana barang consignor tidak bergabung dengan barang milik orang lain.
- Shipping Schedule: Jadwal pengiriman atau keberangkatan kapal atau pesawat.
- Ocean Freight Rate (OFR): Tarif pengiriman dasar untuk rute laut. Hitungannya biasanya per meter kubik.
- Air Freight Rate (AFR): Sama halnya dengan OFR, tetapi tarifnya khusus untuk jalur udara dan perhitungannya dalam kilogram.
- Tramper: Pola transportasi laut yang tidak memiliki rute atau jadwal yang tidak terkait dengan ketentuan formal.
Dokumen Penting dalam Shipping
Ketika melakukan proses shipping dalam kegiatan ekspor dan impor, terdapat beberapa dokumen penting yang harus Anda persiapkan, yakni:
- Packing List: Dokumen yang dikeluarkan oleh setiap eksportir setiap kali mereka melakukan kegiatan ekspor yang mencakup detail pengirim, penerima, nama barang, jumlah barang, volume barang, dan lain sebagainya.
- Bill of Lading: Tanda terima untuk layanan pengiriman, sebagai dokumen perjanjian antara pengangkut dan pengirim, serta bukti kepemilikan barang.
- Resi Gudang: Dokumen yang membuktikan jika barang telah diterima dari pengirim.
- Resi Mualim: Resi dari pihak kapal yang digunakan untuk pembuatan bill of lading.
- Manifest: Kumpulan bill of lading yang berisi semua daftar kargo.
- Storage Plan: Dokumen yang berisi gambaran pemuatan barang apa saja yang ingin dimuat ke atas kapal.
- Faktur: Dokumen yang membuktikan transaksi perdagangan antara importir dan eksportir.
Jenis Kapal Shipping dalam Kegiatan Ekspor dan Impor
Berbicara soal shipping melalui kapal, terdapat berbagai macam jenis yang dibedakan menurut kegunaannya, seperti berikut:
A. Kapal Kargo Umum
Kapal kargo umum dapat mengangkut berbagai macam muatan, seperti curah, karung, dan kontainer. Jenis kapal ini dapat menampung kapasitas mulai dari 5.000 hingga 250.000 dwt.
B. Kapal Kargo Curah
Sesuai dengan namanya, jenis kapal ini kerap digunakan untuk mengangkut muatan berbahan curah atau bulk carrier. Muatan curah biasanya tidak dikemas, yang meliputi seperti bijih besi, batu
bara, dan sumber daya alam mentah.
C. Kapal Tanker
Kapal tanker terbagi lagi menjadi dua kategori berdasarkan material yang diangkut, yaitu kapal yang membawa minyak (oil tanker) dan kapal pengangkut material kimia (chemical tanker).
D. Kapal Kontainer
Jenis kapal yang kerap mengangkut barang peti kemas dalam jumlah tertentu dari satu tempat ke tempat lainnya. Adapun peti kemas atau kontainer merupakan boks berukuran besar yang dapat
mengangkut berbagai jenis muatan.
Tips Melakukan Shipping untuk Pemula
Jika ini merupakan pertama kalinya Anda melakukan shipping, Anda perlu memastikan bahwa semua prosesnya berjalan dengan lancar. Sebab, penundaan pengiriman dan kecelakaan dalam perjalanan dapat mempengaruhi kredibilitas Anda sebagai pelaku bisnis. Berikut beberapa tipsnya:
1. Gunakan Jasa Logistik Terpercaya
Pilihlah jasa logistik terpercaya, karena hal itu akan sangat mempengaruhi bisnis Anda. Sebab, penyedia jasa logistik bertanggung jawab atas kecepatan pengiriman sekaligus memastikan barang tersebut sampai ke tangan pelanggan dalam kondisi aman.
2. Periksa Biaya Pengiriman
Sebelum menjual produk apapun secara online, sebaiknya periksa terlebih dahulu biaya pengiriman barang. Anda dapat mengkonfirmasi tarif pengiriman dengan jasa logistik pilihan dan menyampaikan harganya kepada pelanggan Anda. Usahakan ongkosnya seminimal mungkin, karena banyak pelanggan yang biasanya terhalang oleh biaya pengiriman yang tinggi.
3. Pastikan Keamanan Barang
Pengiriman barang bisa menjadi rumit, terutama jika Anda sangat mengandalkan jasa logistik. Demi memastikan bahwa barang dapat tiba dalam kondisi baik kepada pelanggan, Anda harus memberikan keamanan barang semaksimal mungkin dan berlaku untuk semua jenis barang, tidak peduli seberapa kecil atau besar.
4. Tetapkan Jadwal Pengiriman
Menerapkan jadwal pengiriman akan membantu menghemat tenaga, apalagi jika Anda berencana mengirimkan barang dalam jumlah satuan. Jika Anda baru memulai, ada baiknya untuk mempertimbangkan jadwal mingguan atau dua mingguan untuk mengirimkan barang Anda.
5. Pertimbangkan Asuransi
Jika Anda mengirimkan barang yang mahal, cobalah untuk mempertimbangkan asuransi dari jasa logistik yang bersangkutan demi memastikan keamanannya. Agar terhindar dari kemungkinan risiko seperti halnya kerusakan barang.
Berencana Melakukan Shipping?
Shipping adalah proses pengiriman barang dari suatu tempat ke tempat lain, baik itu di dalam kota, dalam negeri, hingga ke luar negeri oleh jasa logistik. Jika Anda berencana melakukan shipping, Anda bisa menggunakan jasa logistik terpercaya, Salah satunya jasa logistik yang disediakan oleh Star Express Indonesia dapat mengakomodir segala hal kebutuhan pengiriman Anda secara cepat dan tepat. Hubungi kontak Star Express Indonesia sekarang untuk jasa impor dan layanan lainnya!






