ekspor sabut kelapa

Intip Peluang Ekspor Sabut Kelapa, Kegunaan & Harganya!

Sebagian masyarakat masih menganggap bahwa sabut kelapa hanyalah limbah. Namun, baru-baru ini serabut kelapa mulai dilirik karena memiliki potensi ekspor yang cukup besar, loh. Hal ini telah mendorong pemerintah Indonesia untuk merawat dan membudidayakannya secara khusus, agar bisa ekspor sabut kelapa berkualitas.

Mau tahu bagaimana peluang ekspor komoditi yang satu ini? Simak terus artikel ini sampai akhir dan siapa tahu Anda terinspirasi untuk menjadikannya ladang bisnis baru.

Peluang Ekspor Sabut Kelapa

Sebelum menilik lebih lanjut tentang peluang ekspornya, perlu Anda ketahui terlebih dahulu bahwasannya sabut kelapa adalah bagian keras dan berserat yang membungkus tempurung buah kelapa.

Sabut ini merupakan lapisan luar kasar dan serat yang melindungi biji kelapa dari kerusakan dan benturan dari luar.

Sabut kelapa sering juga disebut sebagai coco fiber yang memiliki ketebalan hingga 5–6 cm. Karena ketebalannya, sabut kelapa terdiri dari lapisan luar dan dalam. Lapisan luar (exocarpium)
berwujud serat-serat yang keras dan kasar, sedangkan lapisan dalam (endocarpium) memiliki serat yang lebih lunak.

Untuk prospeknya, ekspor sabut kelapa di Indonesia terbilang cukup baik. Itu karena permintaan sabut kelapa di pasar global juga meningkat secara signifikan. Sepanjang tahun 2022 saja, volume ekspor komoditas serabut kelapa dari Sumatera Utara mencapai angka 448.570 kg atau setara hampir Rp1.000.000.000,00.

Angka ini termasuk ke dalam peningkatan pesat, mengingat di sepanjang tahun 2021 ekspor serabut kelapa hanya mencapai 268.965 kg atau sekitar Rp 700 juta.

Lebih-lebih lagi, Indonesia merupakan penghasil kelapa terbesar di dunia. Jadi tak heran jika peluang ekspor serabut kelapa cukup besar. Banyak pebisnis yang melihat peluang ini kemudian mencari tahu bagaimana cara mengekspor sabut kelapa, agar laku di pasar internasional.

Jika dikelola dengan baik, niscaya akan menguntungkan negara. Salah satu wujudnya adalah terjalinnya kerjasama dengan beberapa negara yang memiliki potensi menjadi negara tujuan ekspor sabut kelapa, seperti China, Jerman, Korea Selatan, Jepang, dan Sri Lanka.

Baca juga: Penjelasan dan Prosedur Ekspor Sesuai Peraturan

Kegunaan Sabut Kelapa

Bagi masyarakat awam, sabut kelapa mungkin tidak memiliki kegunaan, sehingga kerap kali orang-orang hanya membuangnya atau membiarkannya, sehingga menjadi limbah. Padahal, dari pohon kelapa sendiri saja mendapat julukan pohon seribu guna, di mana semua bagian pohonnya memiliki manfaat, termasuk sabut kelapanya.

Berikut ini manfaat sabut kelapa yang menjadikannya bernilai jual tinggi:

1. Menjadi Media Tanam Hidroponik

Sabut kelapa memiliki kegunaan yang cukup penting dalam industri hortikultura sebagai media tanam atau substrat. Serabut kelapa yang terkompresi atau dalam bentuk serat longgar digunakan sebagai pengganti tanah dalam berbagai aplikasi pertanian, seperti budidaya tanaman hias, sayuran, dan buah-buahan.

Media tanam ini memiliki sifat drainase yang sangat bagus serta punya kemampuan untuk menjaga struktur dan kelembaban tanah. Kelebihan utama dari sabut kelapa adalah kemampuannya dalam menahan air 10 kali lipat dari beratnya.

Inilah yang membuat sabut kelapa menjadi media tanam yang sangat ideal dalam proses pertumbuhan tanaman secara hidroponik. Sebagai media tanam, sabut kelapa dinilai mampu bertahan 3 kali lebih lama daripada media tanam lainnya.

Ada banyak produk media tanam yang terbuat dari sabut kelapa. Misalnya cocopeat (campuran kompos), cocosheet (media tanam berbentuk lembaran), cocomesh (jaring untuk penguatan tanah lahan miring), dll.

2. Sebagai Bahan Bakar untuk Memasak

Sabut kelapa juga bermanfaat sebagai bahan bakar alternatif dalam memasak, terutama dalam metode memasak tradisional. Misalnya, serabut kelapa bisa Anda jadikan arang, sehingga memiliki sifat yang mirip dengan arang kayu.

Arang sabut kelapa mampu menghasilkan panas yang intens dan tahan lama, sehingga cocok untuk memasak makanan dengan suhu tinggi.

Serat sabut kelapa juga dapat dikompresi menjadi briket atau batu bakar padat. Briket sabut kelapa memiliki kepadatan yang tinggi dan memberikan panas yang stabil dan tahan lama saat Anda gunakan dalam memasak.

Jika Anda senang menonton K-drama atau film luar negeri lainnya, pasti familier dengan penggunaan briket atau arang dari serabut kelapa di restoran-restoran grill atau All You Can Eat. Maka dari itulah, permintaan akan sabut kelapa dari industri kuliner juga terbilang tinggi.

Penggunaan sabut kelapa sebagai bahan bakar memasak merupakan alternatif yang ramah lingkungan. Jadi, ketergantungan pada gas atau bahan bakar tak terbarukan lainnya pun bisa lebih berkurang.

3. Pupuk Alami

Manfaat lain dari sabut kelapa yang menjadikannya sebagai kandidat ekspor yang berpotensi adalah dapat Anda jadikan sebagai pupuk alami. Serat-serat sabut kelapa mengandung unsur hara seperti nitrogen, kalium, fosfor, magnesium, dan kalsium.

Ketika sabut kelapa terurai secara alami, unsur hara tersebut dilepaskan ke dalam tanah dan meningkatkan kesuburan tanah. Dengan menggunakan sabut kelapa sebagai pupuk, pengurangan pupuk kimia yang berbahaya pun bukan hal yang tidak mungkin.

Baca juga: Dokumen yang Perlu Anda Persiapkan Sebelum Melakukan Ekspor

4. Sebagai Bahan Baku Pembuatan Kerajinan Tangan

Dalam industri kesenian tradisional, penggunaan sabut kelapa sebagai bahan baku untuk membuat aneka kerajinan tangan sudah tidak asing lagi. Serat sabut kelapa yang fleksibel memungkinkan pembuatan berbagai macam produk dengan tekstur dan tampilan yang menarik.

Di tangan-tangan yang terampil, sabut kelapa yang sering diremehkan bisa disulap menjadi berbagai macam kerajinan tangan. Seperti ring dekorasi, sapu, tali rami, boneka, pot alami (cocopot), keset kaki, bantal, hingga peredam suara.

5. Bahan Baku Jok Mobil

Siapa sangka ternyata di Jerman, tak sedikit perusahaan otomotif yang memanfaatkan sabut kelapa sebagai bahan baku pembuatan jok mobil. Kelebihannya tentu saja karena sabut kelapa lebih ramah lingkungan. Selain itu, penggunaan sabut kelapa sebagai jok mobil juga dinilai lebih lentur dan tidak mudah bau.

Kisaran Harga Sabut Kelapa di Pasar Dalam dan Luar Negeri

Melansir dari Tempo, harga pokok produksi sabut kelapa berkisar di angka Rp1.100,00 per kilogram untuk coco peat dan Rp1.900,00 per kilogram untuk coco fiber, di tingkat petani. Namun, tiap daerah biasanya mematok harga yang berbeda-beda, tergantung dari kualitas sabut kelapanya serta kondisi produksi perusahaan atau pengrajin.

Sedangkan harga sabut kelapa di luar negeri terpantau terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2021, harga ekspor sabut kelapa untuk cocopeat mencapai Rp2.000,00 per kilogram dan untuk coco fiber senilai Rp3.000,00 per kilogram.

Baca juga: Inilah Fungsi dan Pentingnya Fumigasi pada Kegiatan Ekspor Impor

Sabut Kelapa yang Mulanya Limbah Jadi Potensi Ekspor!

Itulah penjelasan mengenai potensi ekspor sabut kelapa yang perlu Anda ketahui. Ternyata, selain memenuhi kebutuhan akan serabut kelapa di dalam negeri, Anda juga bisa mengambil peluang untuk menjualnya ke pasar internasional.

Jika Anda tertarik mengekspor sabut kelapa atau komoditas apapun yang berpotensi, Star Express siap menjadi partner logistik Anda. Star Express menyediakan jasa ekspor dengan cepat ke berbagai negara dan tentunya dengan penawaran harga yang bersahabat.

Sabut kelapa ekspor buat apa?

Pasar internasional membutuhkan sabut kelapa sebagai bahan baku untuk membuat jok mobil, matras, dan keperluan rumah tangga seperti tali tambang, keset kaki, dan sapu.

Kemana bisa ekspor sabut kelapa?

China, Jerman, Korea Selatan, Jepang, dan Sri Lanka.

Bagaimana proses ekspor sabut kelapa?

Proses ekspor sabut kelapa melibatkan pemilihan dan pengumpulan sabut kelapa berkualitas, pengolahan dan pemrosesan, pengemasan, pendaftaran izin ekspor, serta pengaturan logistik dan pengiriman ke negara tujuan.

Bagaimana cara memastikan kualitas sabut kelapa yang akan diekspor?

Kualitas sabut kelapa dapat dipastikan dengan memperhatikan faktor-faktor seperti kebersihan, kehalusan serat, kekuatan, kadar air, serta ketebalan dan panjang serat.

Bagaimana cara pengemasan yang tepat untuk sabut kelapa yang akan diekspor?

Sabut kelapa sebaiknya dikemas dalam kemasan yang kuat dan tahan terhadap kerusakan fisik serta kelembaban. Kemasan yang sesuai dapat berupa bale (ikatan serat) atau karung plastik dengan lapisan pelindung.
Bagikan artikel ini:

Related Post

apa saja komoditas ekspor filipina

Apa Saja Komoditas Ekspor Filipina yang Potensial?

Penasaran apa saja komoditas ekspor Filipina yang juga bisa jadi peluang bisnis Anda? Ketahui jenis-jenis komoditas selengkapnya di sini!
permalink
Commercial Invoice Fungsi, Jenis, Komponen & Contohnya

Commercial Invoice: Fungsi, Jenis, Komponen & Contohnya

Invoice penting untuk melengkapi dokumen ekspor impor. Pastikan Anda mengetahui mengenai commercial invoice selengkapnya di sini!
permalink
Fungsi Bill of Lading (BL) dalam Ekspor Impor & Contohnya

Fungsi Bill of Lading (B/L) dalam Ekspor Impor & Contohnya

Bill of lading adalah dokumen penting yang wajib ada dalam setiap proses pengiriman barang dalam dan luar negeri melalui laut. Pahami disini!
permalink
Location icon

Kota Tangerang

Head Office

Jl. Marsekal Surya Dharma
Internasional Airport Soekarno Hatta
Hubungi Kami
arrow icon
Location icon

Bandara Soekarno - Hatta

Main Office

Gedung JPT I Room DO3 Area Kargo
Bandara Soekarno Hatta
Hubungi Kami
arrow icon
Location icon

Medan

Branch Office

Jl. Sempurna Ujung Komp. Nusa
Sempurna No. A9 Medan Indonesia
Hubungi Kami
arrow icon
Konsultasi Gratis