Repatriasi Orang Utan Kolaborasi Antar 2 Kementerian

  • Repatriasi Orang Utan Kolaborasi Antar 2 Kementerian

    Repatriasi Orang Utan Kolaborasi Antar 2 Kementerian

    Starexpressindonesia.com, Tangerang – Siapa sangka hewan asli Indonesia malah secara illegal berada di Thailand dan Malaysia. Menjadi suatu tanda tanya besar, namun, semuanya sudah perlahan dikembalikan. Total 11 orang utan dari Thailand dan Malaysia berhasil dipulangkan ke tanah air.

    Star Express Indonesia sebagai jasa export import menjadi tim clearance hewan unik ini. Star Express Indonesia sebagai pihak custom clearance mendukung proses repatriasi satwa dilindungi ini. Dimana ada 11 orang utan yang terbagi atas 9 orang utan dari National Wildlife Rescue Centre (NWRC), Perak, Malaysia, dan 2 orang utan dari Khao Prathap Chang Wildlife Breeding Centre, Provinsi Ratchaburi, Thailand.

             >>>>> Baca Juga : Cara Ekspor Barang ke Jepang

    Kerjasama antara Indonesia dan Malaysia dalam pencegahan dan pengembalian satwa langka ini sangat baik dilakukan, karena Indonesia dan Malaysia merupakan para pihak yang menjadi anggota Konvensi Perdagangan Internasional Species Fauna dan Flora Liar yang Terancam Punah (CITES).

    Perjanjian seperti ini menjadi salah satu bahkan satu-satunya perjanjian untuk memastikan bahwa perdagangan internasional tanaman dan hewan tidak akan merusak atau mengancam keberlangsungan mereka di alam liar, dengan begitu suatu Negara yang sudah setuju untuk mengimpelementasikan konvensi ini disebut sebagai CITES.

    Maskapai penerbangan asal tanah air yaitu Garuda Indonesia pun menyambut baik dan mendukung proses repatriasi orang utan ini. Penerbangan repatriasi orang utan ini tiba di Jakarta pada Kamis 17/12/2020, melalui dua jalur penerbangan, yakni Bangkok – Jakarta dan Kuala Lumpur – Jakarta. (Metodius Getan)

            >>>> Baca Juga : Ekspor Kopi Ke Jepang Dengan Sewa Jasa Undername

    Leave a comment

    Required fields are marked *

Open chat
1
Admin 24 jam konsultasi
Hallo, Ada yang admin bisa bantu perihal export importnya?